Mbah surip: si Khidir jaman modern

judul asli
Tak Ada Cinta di Media: Tribute to Mbah Surip
Ditulis Oleh: Muhammad Taufiq
http://kenduricinta.com/article.php?id=162

Saya mengenal Mbah Surip sekitar tahun 2004. Waktu itu SCTV yang beberapa kali menayangkannya. Tetapi “ledakan” kepopulerannya tidak terjadi. Terhitung hanya beberapa bulan saja orang mengenal dan membicarakannya. Mungkin karena kemasan entertaining-nya gak “kena” waktu itu.

 

Lama berselang, kakek yang kabarnya lahir di Mojokerto 60-an tahun yang lalu ini, tidak saya dengar sama sekali. Hingga sampai akhir tahun 2006 saya mendapati kembali pria paruh baya dengan penampilan dan gaya khasnya ini di acara Kenduri Cinta (KC). Dia selalu menjadi “artis tetap” di acara yang dimotori oleh Cak Nun (panggilan akrab Emha Ainun Nadjib) ini. Waktu itu KC selalu digelar sebulan sekali. Namun seiring dengan dialektika yang terjalani, acara yang digelar setiap Jumat kedua ini hanya tentatif saja belakangan. Ia akan hadir di Taman Ismail Marzuki (TIM) jika memang “sudah waktunya” untuk tampil.

Begitulah. Setiap ada KC maka di situ pula ada Mbah Surip. Jika Cak Nun dengan Kiai Kanjengnya ditanggap oleh komunitas tertentu pun, Mbah Surip tidak pernah ketinggalan nimbrung bersama mereka. Lagu yang dibawakannya juga tetap lagu yang banyak ditembangkan oleh banyak orang sekarang ini. Alhasil lagu “Tak Gendong” itu sudah amat akrab di telinga ini sejak akhir 2006. Apalagi buat orang-orang yang suka nongkrong bareng dengannya di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan atau komunitas awal KC. Dan sebenarnya tidak cuma lagu itu yang cukup populer dan banyak diminati oleh jamaah KC. Ada lagu namanya “Bangun Tidur”. Lagu ini malah sudah jadi semacam lagu wajib di acara yang kumpulan manusianya disebut dengan ma’iyah (kebersamaan) ini. Selain itu ada juga yang judulnya “Lagu Siluman”. Wah, yang ini malah lebih nyentrik lagi dari “Tak Gendong”. Pembawaannya juga jauh lebih nyentrik dari pada klip yang ada di TV.

Keberadaan Mbah Surip di acara yang sering disebut maiyahan ini sering menjadi penyegar disaat jumud menghinggapi para hadir. Jika penat karena diskusi sudah terasa maka tampillah si Mbah. Yang hadir pun sontak tertawa, padahal belum lagi dia bernyanyi. Seperti yang sering kita saksikan di TV akhir-akhir ini, segala tingkah polanya memang selalu mengundang tawa. Bahasanya yang rada-rada aneh, keterangannya yang lumayan ngawur namun mengandung unsur surprise, selalu membuat semua yang hadir tertawa. Apalagi jika tawa khasnya keluar, membuat yang hadir tambah terpingkal-pingkal. Jika sudah demikian, suasana segar namun hangat terasa kembali.

Saat itulah kami merasakan cinta – sebuah relasi yang tidak dihitung berdasar logika untung-rugi. Mbah Surip tampil menyanyikan lagunya karena cinta kepada kami; kami pun menerimanya dengan penuh kecintaan kepadanya. Tidak ada yang dibayar maupun membayar di acara ini. Tidak tampak rasa bosan meski setiap bulan selalu lagu itu-itu saja yang disajikan si Mbah. Semua karena kecintaan yang hadir kepada satu sama lainnya. Berbicara tentang apa saja asalkan selalu dialasi oleh cinta. Cinta kepada bangsa, negara, sesama, kepada Tuhan, alam, dan siapapun serta apapun asalkan pantas untuk didekati dengan cinta. Namanya saja Kenduri Cinta. Pesta dari, oleh, untuk, dan karena cinta.

Bukan hanya rambut gimbalnya yang membuat pria (yang kabarnya pula) beranak empat ini menarik. Pembawaan Mbah Surip yang “ultra” poloslah yang justru, menurut saya, membuatnya unik. Bahkan teramat unik. Mbak Bertha, guru vokal yang wajahnya juga sering nongol di acara Kontes Dangdut TPI (KDI), menilai si Mbah sebagai sosok yang amat merdeka. Ia bisa tidur dimana saja dia mau. Dia tidak tergantung pada tempat tidur untuk bisa tidur. Ia tergantung pada matanya, yang jika merasa ngantuk ia akan pejamkan saat itu pula. Entah itu di halte, di cafe, atau dimanapun dia berada. Cak Nun sendiri mengumpamakan Mbah Surip seperti tahi lalat. Keberadaannya mungkin remeh dan tidak penting. Tetapi ia bisa membuat manis wajah seseorang. Keberadaan Mbah Surip mungkin tidak penting. Tetapi ia membuat manis hidup ini. Ia membuat banyak orang terhibur setiap mereka mendapatinya.

Kepolosan itulah yang mungkin menular pada lagu-lagunya. Jika bukan Mbah Surip yang membawakan lagu “Tak Gendong”, hasilnya pasti tidak akan seperti Mbah Surip membawakan. Jadi perpaduan diri dan lagu yang poloslah yang, menurut saya, membuat lagu yang kabarnya sudah menjadi ring back tone (RBT) lebih dari sejuta pengguna ponsel ini meledak.

Tetapi rasanya bukan itu semata yang membuatnya jadi terkenal. Bahkan faktor kepolosan bukanlah faktor yang menjadikannya terkenal. Kepolosan hanyalah nilai uniknya. Kepolosan adalah “nilai jualnya”. Yang membuatnya jadi terkenal adalah media. Media massa telah membuat si Mbah menjadi lebih tenar dari sebelumnya. Sekarang hampir setiap orang mengenalnya. Orang-orang dari Merauke hingga Sabang. Mungkin juga di negeri tetangga. Lagunya dinyanyikan oleh banyak orang, dijadikan RBT, dan sebagainya.

Jadwal show pun berdatangan. Dari stasiun TV ke TV lainnya. Dari satu kota ke kota lainnya. Tidak hanya untuk bernyanyi, tetapi juga untuk acara komedi, reality show, infotainment, dan lain-lain. Managernya sampai kewalahan mengatur jadwal kabarnya.

Mbah Surip pun jadi OKB (orang kaya baru). Sebuah mobil sudah dimilikinya. Rumahnya tambah ciamik. TV-nya baru, lebih besar dari sebelumnya. Royalti dari RBT lagu “Tak Gendong” saja kabarnya sudah 4,5 milyar. Itu pun cuma dari satu provider, belum dari provider yang lain. Belum lagi honor dari show-show yang lain. Singkatnya Mbah Surip sudah jadi selebritis baru. Keberadaannya sudah terima lebih luas. Tidak hanya di komunitas-komunitas yang “kering” saja seperti selama ini.

Namun itulah yang saya wanti-wanti – sesuatu yang menjadi semacam kegelisahan saya. Saya teringat sebuah “teori” dari salah seorang teman. Dia bilang, “siapa yang dibesarkan oleh media, akan dikecilkan oleh media suatu saat kelak”. Sekelebat kemudian saya teringat pada Aa Gym, dai kondang yang pernah dimanja oleh media. Di siarkan kemana-mana. Setelah dia mempraktekkan poligami, media pun seolah “membunuhnya”.

Tentu saja saya berharap itu tidak terjadi pada diri unik si Mbah. Saya berharap pria nyentrik yang ngakunya sudah jalan-jalan ke banyak negara ini tidak “depend on” media. Tidak keblinger karena besar oleh media. Tidak lupa diri karena terkenal. Tidak berubah karena sudah masuk TV, dan tidak-tidak sejenis lainnya. Pendeknya tidak “kalah” oleh media. Saya tidak mau melihat si Mbah yang merdeka menjadi terjajah oleh dan karena media yang korporatis seperti sekarang ini. Lebih dari itu saya berharap Mbah “nyentrik” Surip ini bisa lebih besar dari kebesaran yang dibuat oleh media padanya.

Kadang-kadang dalam hati kecil saya berdoa agar si mbah tidak lama-lama “dipake” oleh media. Bukan karena tidak mau si mbah jadi terkenal, kaya, atau yang lainnya. Tetapi karena media tidak memiliki CINTA.

August 5, 2009 at 2:15 am Leave a comment

How to make a Gunbound Server !

This guide is for advanced member,if you’re newbie,should read it carefully

and dont forget to ask if you dont understand,when you do

somethings,should check it now,should not continue install if you

bypass any step.

If you dont know anythings about MySQL and Webservices,you should….

I-Setup Server

First you must have server Gunbound WC 5.85 (Release by f1l1p1nho and reconfiged by me),Client <=5.85 and my Patch,a tool Parner Agent Fix,and a Web to reg account (this Web also contain files to disable fetch and nProtect)

Install MySQL 4.x ( dont use 5.x i dont know what will happen) and configure account root with null password (you can do another way but it should be later).Use any MySQL management create 4 database (admin ; batch ; gunbound ; user ) and import data from backup SQL file( included in Server)

There are nothing to change in 3 database,we only change some columns in database gunbound.Open table applicationsetting and config

Notice and BaseURL: Your Server IP

FUlldownloadURL : Your Server IP\fetch.php

Remeber that after we install MySQL it creates account root only for IP localhost (127.0.0.1) and certain this security only apply for 127.0.0.1 if you use another IP ( i use 192.168.159.1 by Loopback adapter) you must add account root for new IP ( use MySQL management to do,at here i use MySQLyog)

image

End database here

Goto Server’s Folders:

BuddyCenteràsetting.txt : Reconfigure all IP and Account use to access MySQL is root with null password

BuddyServàSetting.txt: Reconfigure all IP and version should be from 0 to 999, account for MySQL too

CentralàGameServerlist.txt and Setting.txt: Like above

Folders Server 8360à8363: Reconfigure file Setting.txt like above, warning:don’t change Accept line.After that,use Parner Agent Fix to reconfigure 4 files GunboundServ3 in these folders (change into root user with null password)

* Folder batchgis: configure file Batchgis.inf with MySQL account,and run batchgis.exe

Use 4 main services i provided ( included in this server) to manage

your server,at now you can run file install Services and Start

Services,don’t forget to see their reports.

II-Setup Web Server ( to disable Fetch and send right infos for GameGuard)

Install any Web services,I use IIS and PHP. Copy folder nProtect to

root server,and copy 2 file fetch.php and fetch.dll into root folder

too.It’s must be like this

http://your Server IP/nProtect

http://your serverIP/fetch.dll and http://yourserverIP/fetch.php

Use my Web to create account,you can install now or use any MySQL

management to create account. I provided (9-30-2007 but its still beta

use it to create account only)

III-Setup Client

Install your Client normaly then apply my patch

Reconfigure file Nxlaucher.inf : Your IP Server ; the Url_fetch should be http://yourip/fetch.php (default is .dll,change into .php),remember it has 2line URL_Fetch in this file

Reconfigure file Gunbound.inf : so easy J (only configure IP)

Important Step: Go to Windows\System32\Drivers\etc\ open file host.ics

with notepad,insert these lines into that file and save as read only file

192.168.159.1 update.nprotect.com

192.168.159.1 update.nprotect.net

192.168.159.1 guard.gunbound.net

You should make a backup file before doing this step ( 192.168.159.1 is

IP use for this server ,you must change it into your serverIP if you

use original Server and edit it

Now you run your Game

Remember that,you should use 192.168.159.1 if this is the first time

you are trying to install this Game.You can change all configurations

after have experiences

Good luck

– lehaimien

HOW TO CONFIGURE THE GUNBOUND.INI & NYX-LAUNCHER.INI:

LAUNCHER INI

[NyxLauncher]

Url_Fetch=http://fetch.stoleyour.net/fetch.php

Url_ForgotPwd=http://www.yoursite.com/

Url_Signup=http://www.yoursite.com/register.html

Url_FindId=http://www.yoursite.com/

Url_Softnyx=http://www.yoursite.com/

Url_Ad=http://www.yoursite.com/

Ip=YOURIP

Port=8372

AppId=400

Version=401

CookieDomain=http://www.yoursite.com/

CookieName=Softnyx_Eng

LastGame=Gunbound

[Gunbound]

AppId=2101

Url_Notice=http://www.yoursite.com/notice/note_wc.htm

Url_ManualPatch=http://www.yoursite.com/

Url_FullDownload=http://www.yoursite.com/

Url_Fetch=http://fetch.stoleyour.net/fetch.php

[Rakion]

AppId=11001

Url_Notice=http://softnyx.net/fetch_note/note_rakion.htm

Url_ManualPatch=http://rakion.softnyx.net/download/client.asp

Url_FullDownload=http://gunbound.softnyx.net/03_how/00_download.asp

Url_Fetch=http://fetch.gunbound.net:844/fetch/fetch.dll

Option=risoption.exe

Answer about 202 error while entering in the server:

Other way by this error can be generated is:

Missing set the properly permission, inside the GUNBOUND DB while use

navicat or other tool, see the screenshot for see what im talking about.

Screenshot:

Most user only make permission in this part only

but you need setup in this part too.

image

GBWC REGISTRATION PAGE:

Just something I quickly wrote for you guys with WC servers.

The only thing you really need to touch is at the very beginning of the file. The rest is done automatically. Includes:

– Super Power User

– Administrative Registering

– Editing starting gold

– Admins can choose not to have a country displayed at all

– TOS with customizable “i accept”

– Edit starting GP

– Edit starting Cash

– Edit starting AUTH (no point really, but I threw it in there anyways)

– Choose which item the script will send to the user

Just throw in your SQL host, user, pass, and the GunBound database name

and you’re all good to go. It’s defaulted to “root” without a password.

Enjoy.

Save as “index.php” and throw it somewhere on your webhost.

Edit: Forgot to upload the ranks. Just throw the ranks folder in the root directory of the registration page.

July 18, 2009 at 5:05 am Leave a comment

break time

after a few days  try re-organizing my blog.  seem this free product is not quite customized.

just try more hard to reconfigure the wordpress, if posible i’ll take other place than wordpress to post my blog.

the blog probbably change eventually.

July 16, 2009 at 4:31 am Leave a comment

eth change randomly on slack

did this ever happen to you,  when you plug new ethernet. your old configuration didnt work.

for case example :

i have 2 old nic configuration :

eth0: 192.168.0.1

eth1:192.168.0.2

but for some how it not detected the first eth , so now the only shown is eth1 with ip 192.168.0.2. And im bought a new nic card , and just pluged there.but when it booted. the only shown is still eth1 , whereis eth0 that we should restored.

just dont get panic.

first , type dmesg | grep eth on your console.

it will shown your eth list

in mine its show like this


eth1: RealTek RTL8139 at 0xf882cc00, 00:50:fc:0d:71:2e, IRQ 217
eth1:  Identified 8139 chip type ‘RTL-8139C’
eth2: RealTek RTL8139 at 0xf8870800, 00:50:fc:67:0e:06, IRQ 225
eth2:  Identified 8139 chip type ‘RTL-8139C’

so where is the eth0 one.lets go to /etc/udev/rules.d, edit file 75-network-devices.rules. See the line with kernel

KERNEL==”eth?”, ATTR{address}==”00:50:3E:50:FF:BC”, NAME=”eth0″
KERNEL==”eth?”, ATTR{address}==”00:50:fc:0d:71:2e”, NAME=”eth1″

KERNEL==”eth?”, ATTR{address}==”00:50:fc:67:oe:06″, NAME=”eth2″

now u need to edit the network card that you present now.

change the eth0 with your eth2 . remember to edit exactly the mac addres.

how could this happen?

i’ll explain it later

July 15, 2009 at 6:26 am Leave a comment

save konfigurasi iptables di slackware 12

Do no why this post is on my draft, that dated  on year 2008, preety old huh, mybe im forget to post it.

So now let the world see.

Maintaining things with cron, crontab and iptables-save

Some have suggested that sshblack should fully maintain the iptables configuration it works with, including saving, checking and restoring chains and rules. I have chosen not to do this for several reasons which are beyond the scope of this secction. However, here are some pointers that allow you do do these kind of operations yourself.

If you’d like to manage sshblack like any other background process, see The Configuration Page for some user-supplied information on managing sshblack with things like chkconfig. There is even an init script.

Actually, starting sshblack after a reboot can be as simple as placing the full path and file name in your /etc/rc.d/rc.local file (or whatever directory/file your OS uses for custom start-up scripts). This will start sshblack very quickly after your machine boots.

Saving the iptables configuration can be important because if the custom chain sshblack uses is not restored after a reboot, obviously sshblack won’t be able to add/delete rules for a non-existent chain. If your machine supports it, saving and restoring iptables configs can be done easily using iptables-save and iptables-restore.

Execution of the iptables-save command can be done in the root crontab or it can be placed in the /etc/cron.daily directory. You can of course do this save every hour if you like by placing the shell file in the /etc/cron.hourly directory. Here is an example of an iptables-save script:

#!/bin/sh

# Save iptables configuration to /etc/sysconfig/iptables.1
/sbin/iptables-save -c > /etc/sysconfig/iptables.1

If you’d like to use crontab to do this same thing you can execute the following command:

[root@stinky root]# crontab -e

You will then see your crontab configuration (likely opened in vi). Simply place the following command into your crontab file and save it:

mailto = “root”

25 * * * * /sbin/iptables-save -c > /etc/sysconfig/iptables.1

Now, how do we pull this information back into iptables in the event of a reboot? Simple, just go back to your /etc/rc.d/rc.local and add in the iptables-restore command [Be sure to place this line BEFORE the line that starts sshblack in your rc.local file]. This will pull that saved information back in to iptables.

/sbin/iptables-restore -c < /etc/sysconfig/iptables.1

Note that iptables-restore will not only restore the rules that sshblack has added, it will restore any custom chains also.

baca selengkapnya di http://www.pettingers.org/code/sshblack-notes.html

July 15, 2009 at 5:21 am Leave a comment

hello world part II

hello again.

for some of reason i’ve been deactive for few of months, Not update my blog.

and now i’d been thinking , should this continue or not.

just wait for next time, and i need some input from my visitor too.

regards , admin.

July 15, 2009 at 4:45 am Leave a comment

Valentine’s Day

menanggapi message dari temen di fs ….nih….. baca ya…

Tahukah Anda asal mula hari kasih sayang (valentine’s day) yang dirayakan setiap 14 Februari itu? Valentine sebenarnya adalah nama seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.

Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.

Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”

Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

Tradisi Valentine

– Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.

– Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.

– Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.

– Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.

– Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.

– Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.

– Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.

– Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.

– Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.

VS

Hari Valentine (Valentine’s Day), pada 14 Februari merupakan sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di dunia barat. Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar Cupid bersayap. Mulai abad 19 kartu ucapan valentine pun diproduksi secara massal. Diperkirakan, para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Valentine’s Day yang jatuh tiap 14 Februari bermula dari dua versi cerita zaman dulu kalanya dari Ensiklopedia Gereja Nomor 9, karangan A. Heuken SJ. Valentine’s Day berdasarkan kebiasaan musim semi rakyat yang belum Kristen. Tidak ada penjelasan persis soal jenis kegiatan apa yang dilakukan. Namun kegiatan-kegiatan itu sering dikaitkan dengan musim perkawinan burung.
Dalam New Catholic Encyclopedia second edition jilid 14, juga ditegaskan Valentine’s Day kemungkinan menandakan musim kawin para burung. Tidak ada penjelasan detail soal kegiatan apa sebenarnya yang dilakukan saat itu.
Versi kedua, juga berdasarkan Ensiklopedia Gereja Nomor 9, adalah berdasarkan legenda Imam Valentinus di Roma. Dia mengirim ikatan bunga dari kebunnya kepada pasangan-pasangan pengantin yang baru menikah. Legenda ini diperkirakan terjadi tahun 269 Masehi.
Dalam perkembangannya, sejak abad ke-14 di Inggris, Valentine’s Day dirayakan dengan kegiatan berbentuk menukar hadiah dan kartu. Di banyak negara, dirayakan sebagai hari orang yang saling mencintai atau hari kasih sayang. Caranya tetap dengan menukar hadiah atau kartu salam.
Valentine’s Day pun terus berkembang karena terus dipromosikan dan sepertinya ini yang lebih berperan memperbesar gaung dan membudayakannya adalah para pedagang bunga dan penerbit kartu ucapan selamat juga pemilik tempat hiburan yang berharap bisa meraup untung dengan memanfaatkan momen perayaan yang sebenarnya tidak jelas arah dan tujuannya ini kalau untuk kalangan pebisnis ini yang penting kan apa yang mereka jual laris manis gak peduli pembeli dan penikmat acara mereka merayakannya seperti apa dan juga merayakan apa.
Hari Valentine juga dimaknai beragam di kalangan masyarakat ada yang pro bahkan tak sedikit yang kontra khususnya yang memandang bahwa acara perayaan seperti ini tidak jelas jluntrungannya hanya mengumbar kebebasan dan hura-hura. Keberagaman pemaknaan itu yang lebih menggejala adalah yang berwarna negatif. Pemaknaan dari sisi negatif itu yang biasanya condong ke ruang pemaknaan yang lebih sempit. Kasih sayang yang seharusnya untuk seluruh alam dan isinya jadi mengerucut hanya kasih sayang antar pasangan dan pacar sehingga akhirnya kalangan anak-anak muda yang kebanyakan merayakan secara berlebihan dan keblabasan karena memang tidak ada agenda cara yang jelas dan bagaimana cara merayakan hari kasih sayang tsb.

sumber :
http://www.doktertomi.com/2006/02/12/asal-mula-valentines-day/

http://sambelpetisabang.wordpress.com/2008/02/13/ladang-bisnis-yang-manis/

n yang jelas buat aku ada untungnya hari valentine tsb misal nya dapet coklat secara gratiss ( yummiiii……… aku khan suka coklat )

n for last even for lasting, everyday is valentine day karena untuk mengungkapkan kasih sayang ga perlu nunggu tanggal 14 february khan …??

February 15, 2008 at 2:41 am Leave a comment

Older Posts